Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  



BPBD Apresiasi Langkah LPBI NU Advokasi Dua Desa di Lobar

Kasi Siap Siaga BPBD NTB saat berdiskusi dengan ketua LPBI NU dan Kepala desa Batu Kumbung dan Kepala Desa Mekar Sari di sekretariat LPBI NU (NUHANTB, Ilustrasi)

NUHANTB– Perlahan tapi pasti, setelah proses pendataan, komunikasi dan audiensi dengan pemerintah Desa, LPBI telah membentuk pokja untuk menyukseskan program PKMM di masing masing Desa dan Dusun. Jumlah pokja di masing masing desa tak kurang dari 97 orang.

Hal itu dilakukan LPBI sebagai bentuk advokasi terhadap masyarakat agar menjadi desa tangguh bencana.

Kasi Kesiap siagaan BPBD-NTB Ridha Ahyana mendukung penuh program LPBI NU itu. Bahkan siap mendampingi LPBI untuk melibatkan Kemendes, Kemenkraf atau pihak terkait.

Ridha mengungkapkan bahwa pergerakan dan aktivitas teman teman di LPBI NU sangat bagus. Tinggal mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Ini kan SK sudah ada, atau jika ada kekeliruan tinggal diperbaiki. Jadi SK udah ada dan pergerakan ada ini yang bagus,” ujar Ridha dalam diskusi pra-MoU dengan dua Pemdes Lingsar Narmada, Senin (24/8) di sekretariat LPBI NU.

Ridha Adhayana saat menyampaikan materi terkait kegiatan kegiatan LPBI NU

Ditambahkannya, dengan adanya pokja-pokja yang sudah terbentuk yang terakomodir dalam suatu Forum, yakni Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB). Dengan adanya forum ini, maka terbentuklah apa yang disebut desa Tangguh bencana.

Langkah-langkah advokasi yang dilakukan LPBI sangat tepat. Program LPBI salah satunya bisa terintegrasi dengan desa wisata. Banyak hal positif yang bermanfaat bagi desa setempat.

Desa tangguh adalah sebuah desa kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Langkah-langkah advokasi yang dilakukan LPBI sangat tepat. Program LPBI salah satunya bisa terintegrasi dengan desa wisata. Banyak hal positif yang bermanfaat bagi desa setempat. Antara lain di bidang ekonomi menggerakkan Bumdes dan sektor ekonomi kreatif yg ada di desa. Di bidang kesehatan bisa bekerjasama dengam puskesmas dan lainnya.

Ketua PCNU Kabupaten Lobar H Nazar Naamy, sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dan sedang dilaksanakan LPBI NU.

Nazar mengungkapkan bahwa LPBI harus terus eksis dan apa program yang sudah ada dijalankan dengan baik. Apalagi terkait pencegahan Covid. Melalui program yang dilaksanakan LPBI, masyarakat teredukasi untuk merubah gaya hidup dan terus melakukan pembiasaan terhadap budaya hidup sehat. “Jadi intinya, nilai edukasi harus masuk,” terang Nazar. Dia juga menyarankan pengurus LPBI agar hati- hati dan selektif memilih pokja selektif (abu/red).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *