Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Si Cantik Pemilik “Kedai Kuning”

yang Tangguh

Oleh : BQ Nanda Listiani*)

BQ Nanda Listiani, mahasiswi Ekonomi Islam UNU NTB, saat berada di Kedai atau lokasi usaha “Kedai Kuning” saat kegiatan praktik mandiri

KALAU denger atau ngeliat ada gadis cantik, biasanya yang kita tahu gadis itu suka perawatan, jarang keluar rumah. Juga kadang jaim dan suka cuek. Tapi tak sedikit perempuan yang dimata banyak orang dianggap cantik, tetapi suka bergaul, hidupnya mandiri. Juga memiliki sifat yang tangguh dalam segala hal.

Dulu, kedai-kedai bisa dikatakan jarang kita temukan. Paling satu atau dua. Itupun kadang. Kalau pun paling berada di tengah-tengah kota dan pusat keramaian.

Sekarang, seiring kemajuan dan perkembangan zaman, kedai-kedai banyak berdiri. Tak hanya di jantung kota dan pusat perbelanjaan, bahkan hampir di sepanjang jalan, orang berlomba-lomba menjajal bisnis membuka warung kopi (baca: Kedai).

Fenomena itu tentu menarik. Artinya bahwa semakin banyak yang memiliki jiwa entreprenuership dari kalangan anak-anak muda.

Keberadaan warung kopi (kedai), tempat kuliner selain punya ciri khas juga mengikuti sejarah sebuah kota. Begitu juga dengan Kedai Kuning yg mengikuti perkembangan kota Mataram.

Kedai Kuning boleh dikata baru seumur jagung. Sebab baru berdiri tiga bulan yang lalu. Tapi krennya, kedai ini bukan milik emak-emak atau bapak-bapak, seperti kebanyakan Kedai. Siapa pemilik itu Kedai Kuning ?

Pemilik Kedai Kuning adalah dara cantik bernama Dewi Yuli Vinolia. Anak pertama dari tiga bersaudara ini membuka usaha usaha kedai (warung makan, kopi dan lainnya) di sekitar Mataram, tepatnya di jalan Airlangga No 17 Gomong Mataram.

Ia adalah putri dari seorang wanita tangguh dan dekat dengan anak-anaknya, Ibu Fatimah. Sehari hari ibu dari Dewi sebagai ibu rumah tangga. Sementara bapaknya bekerja sebagai buruh.

sebagai pendatang baru dalam dunia bisnis ia dengan berani dan tangguh ikut berkompetisi dalam bisnis dan berani memilih ibukota provinsi sebagai lokasi bisnis”

Lagi, lagi saya bilang kren, hehe. Tak hanya cantik, si Dewi yang juga alumni salah satu SMAN itu, juga rupanya jeli melihat peluang usaha. Kenapa? Sebab sebagai pendatang baru dalam dunia bisnis ia dengan berani dan tangguh ikut berkompetisi dalam bisnis dan berani memilih ibukota provinsi sebagai lokasi bisnis. Di samping itu ketangguhaannya terlihat dari segala upaya yang tidak sedikit dari orang-orang sekeliling yang mencibir bahkan menjatuhkan dan melemahkan semangat putri bapak Nahrawi itu.

Lokasi usaha atau warung miliknya sangat strategis karena berada di pinggir jalan. Selain lokasi yang tampak asyik, romantis dan nyaman. Warung makan milik gadis berambut panjang itu menyediakan WiFi gratis bagi para pelanggannya. Ini tentu service atau pelayanan yang bisa menarik minat pelanggan untuk datang berbondong-bondong ke kedai yang terletak di sekitar jalan Airlangga itu.

Dengan berbagai fasilitas, belum lagi lokasi yang strategis dan nyaman tak heran warung ini rekomended untuk dikunjungi anak-anak muda; anak sekolah, para mahasiswa dan muda-mudi pada pada umumnya.

Bagi pelajar, anak kuliahan kedai milik Dewi, di samping cocok untuk nongkrong juga layak dijadikan tempat diskusi, istirahat sembari menikmati menu-menu pilihan Kedai Kuning. Sementara untuk muda-mudi pada umumnya Kedai Kuning terbilang cukup wah, mantap, untuk dijadikan tempat menikmati senggang, bertemu kolega dan lainnya.

Selain cantik pemilik warung ini juga sangat baik dalam melayani para pelanggan yang memesan menu yang tersedia. Guna memaksimalkan pelayanan (full service) terhadap pembeli, dia berani menggaji karyawan yang berjumlah 3 orang. Timing masuk kerja untuk masing-masing karyawannya; sift pagi dan malam. Warung makan ini memiliki menu makanan yg berbagai macam dan harga yg terjangkau. Salah satu menu makanannya adalah Ayam Geprek M’bledos. Belum menu-menu yang lainnya. Pastinya, banyak menu-menu kren yang bisa memanjakan lidah anda. Kedai milik Dewi mulai buka sekitar jam 09.00 hingga pukul 10 malam.

Penasaran? Biar penasaran terobati, yuk mampir ! Datang aja. Ajak teman, sahabat, pacar, kolega dan lainnya, insya Allah memuaskan.

Advertisement

Motivasi Tinggi dan Mandiri

Si Pemilik kedai rupanya membangun warungnya dengan motivasi yang sangat tinggi. Kenapa? Saya tak gegabah mengungkapkan hal seperti itu?

Alasan yang ingin saya utarakan, “Di tengah gelombang cibiran dan banyak orang yang meremehkannnya, ia tetap semangat, tangguh. Katanya kepada penulis saat ngobrol, “Banyak yang meragukan saya. Dia kira saya akan lemah begitu saja”. Lebih dari itu dikiranya si cantik itu tidak bisa maju untuk mengembangkan suatu usaha yang suatu saat nanti akan membuatnya sukses.

Saya pikir, pasti ada orang dibalik motivasi tinggi dan jiwa mandiri seorang Dewi. Benar dugaanku. Meski sukses belum sepenuhnya ada di tangannya Dewi mengaku bahwa salah satu motivator ulung baginya adalah ibunya.

“Salah satu yang buat saya tegar, tetap sabar adalah seorang ibu. Beliau selalu beri suportnya, sejak dari nol sampai sekarang ini,” terang gadis yang menetap di Gili Meno Gang Garuda Marong Jamak Selatan, Karang Baru Mataram (22/3).

Lebih jauh, pribadi dari seorang diri dalam hemat penulis, bahwa ‘mandiri’ seorang Dewi adalah ejawantah dari konsep filosofi ungkapan baginda kanjeng rasul baginda nabi besar Muhammad saw,. berikut, “Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah”.

Bekerja keras, percaya diri, tegas, pantang menyerah dan mempunyai kegigihan yang kuat juga salah satu dari wujud ‘tangguh’ perjuangan dalam membangun bisnis.

Menurut putri Nahrawi yang sehari-hari menjadi buruh itu, menjadi wanita mandiri membutuhkan sebuah proses. Selain itu tidaklah mudah karena selalu saja ada tantangan atau rintangan yang membuat putus asa, banyak yg tidak suka dengan apa yg dilakukan walaupun yg dilakukan bermanfaat. Namun, katanya, “Harus tetap besyukur karena dengan begitu mental bisa dilatih agar menjadi lebih kuat dan tangguh, serta menjadikan diri lebih dewasa dalam menghadapi suatu masalah. Bekerja keras, percaya diri, tegas, pantang menyerah dan mempunyai kegigihan yang kuat juga salah satu dari wujud ‘tangguh’ perjuangan dalam membangun bisnis.

Bos Kedai Kopi itu seperti saya utarakan beberapa kali, selain parasnya yang cantik nan ayu, ia juga mempraktikkan etika. Etika adalah sesuatu sikap, boleh juga tindakan yang berangkat dari pemahaman bahwa yang dilakukan berdasarkan nilai moral dalam bisnis.

Bagi Dewi etika dalam berbisnis itu adalah cara untuk melawan baik buruknya suatu yang diusahakan, diupayakan. Hal kemudian mendorong bahwa etika itu adalah sesuatu yang harus konsisten untuk dijadikan spirit menghadapi pasang surut ‘jatuh-bangunnya’ bisnis.

Akhirul kalam, saya juga menarik beberapa hal yang inspiring dari seorang Dewi, “Bahwa segala usaha pasti ada resiko maupun hambatan-hambatannya. Namun jika suatu usaha diniatkan dengan sungguh-sungguh pasti akan tercapai. Tidak memandang dari kalangan mana kita berasal jika ada kemauan pasti ada jalan. Meskipun usah (kecil-kecilan) itu jauh lebih baik ketimbang menjadi pengemis, meminta-minta belas kasihan orang lain, apalagi jadi pengangguran: orang yang tidak mau berusaha.

Ingatkah kita hadist berikut: “Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (HR. Ahmad). Semoga bermanfaat.

*) Penulis: Mahasiswi Fakultas Ekonomi Program Studi Ekonomi Islam UNU NTB

 

Penulis : BQ Nanda Listiani

Editor    : Masyhur (Dosen Pengampu)

One Reply to “Dara Cantik Pemilik “Kedai Kuning” yang Tangguh”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *