Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JANGAN ANGGAP REMEH KAJIAN SOSIAL DAN HUMANIORA

 

NUHANTB, Ilustrasi

“Dalam konteks keilmuan ilmu sosial-humaniora memiliki sifat penyeimbang”

 

 

 

 

 

 

NUHANTB- Sejatinya ilmu itu tak ada yang tak berguna. Ilmu yang tak berguna hanya bagi mereka (siapa saja) yang enggan mengamalkannya.
Pandangan yang berkembang sekarang, masih menganggap hanya ilmu tertentu yang bermanfaat. Sedangkan ilmu sosial dan humaniora dipandang sebelah mata.
Agus Dedi Putrawan menampik pandangan demikian. Menurut pria berkacamata itu,
Kajian ilmu sosial dan humaniora harus pula diperhitungkan dalam proses pengambilan kebijakan.
Dikatakannya, peran kajian ilmu ini sangat signifikan agar kebijakan yang dikeluarkan syarat nilai-nilai kemanusiaan.
“Dari konteks keilmuan, ilmu sosial dan humaniora memiliki sifat sebagai penyeimbang karena sumbangannya tentang perubahan sosial, karakter, motivasi dan lainnya,” kata Agus pada kegiatan Diskusi dan Kajian Lakpesdam Lobar.
Diskusi digelar di sekretariat Lakpesdam, Kamis (14/11) dengan melibatkan pemuda dan mahasiswa serta pengurus Lakpesdam.
Abdurrahman, ketua Lakpesdam mengungkapkan betapa pentingnya kegiatan kegiatan seperti diskusi. “Mudah-mudahan hasil kajian tidak hanya mengembangkan sikap kritis tetapi memberi sumbangsih lebih luas,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *