Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Janda Yang Lebih Memilih Hidup Mandiri

Oleh: Dendy Hadian Martadinata*)

Dendy saat kegiatan praktek mandiri ketika berkunjung ke salah satu pelaku usaha loundry (nuhantb, ilustrasi)

KEHIDUPAN itu ibarat roda berputar. Kadang kita tak tahu, kita berda di atas. Juga saat berada di bawah, seperti halnya dengan usaha yang saya bahas kali ini.

Jogot Laundry merupakan salah satu bisnis yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa cuci pakaian yang berada di tengah dusun Lengaluh Barat. Kec.Keruak. kab. Lombok Timur.

Sebuah usaha yang dirintis oleh ibu Suhaini. Ia adalah seorang janda yang beberapa tahun lalu ditinggal oleh suaminya karena meninggal dunia. Pak Mahrim namanya.

ibu Suhaini kerap juga di panggil inak Jogot dari situlah nama Jogot Laundry di ambil yang telah berdiri kurang lebih 3 tahun dirintisnya. Selain menekuni loundry, Suhaini juga bekerja sebagai pedagang asongan.

Kondisi ibu Suhaini sejak ditinggal oleh mendiang suami 3 tahun lalu, sempat terpuruk. Perlahan tapi pasti, perempuan dua anak itu lantas bangkit. Ia pun kemudian berkeinginan untuk membuka usaha Laundry untuk menyambung hidupnya.

Memang, untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya, Suhaini bisa menyambung hidup. Terlebih kedua anaknya juga cukup perhatian; memang diberi nafkah dan sebagainya. Tetapi yang menarik, Ibu Suhaini lebih memilih mandiri.

Yang luar biasa dari ibu Suhaini adalah keinginannya yang kuat untuk memilih hidup mandiri meski hidup sendiri, sebab suaminya lebih dulu dipanggil sang pencipta.

 

Usaha yang dirintisnya Berkembang

Saat ini jogot Laundry telah memiliki 2 orang pekerja (karyawan) yaitu saudaranya Ibu Stemen dan menantunya. Tepatnya istri dari anak laki laki pertamanya.

Jogot Laundry juga sudah hampir kebanjiran order cucian. Kata lainnya, ibu satu cucu itu, telah memiliki beberapa pelanggan tetap dari beberapa kalangan seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru, dan juga mahasiswa.

Sejauh ini, jogot Laundry mampu menghasilkan pendapatan berkisar antara Rp.1,000.000 hingga Rp.2.000.000 setiap bulannya. Hal ini didukung oleh penggunaan teknologi yang relatif canggih seperti penggunaan mesin pengering dan setrika uap. Tak pelak, pendapatan yang diterima dari usaha ini terus meningkat dan alhamdulillah penghasilan ibu Suhaini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setiap harinya.

Selain itu keuntungan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti ditanamkan kembali pada bisnis yang dijalankan dengan harapan bisnis semakin kuat dengan bertambahnya modal usaha. Jogot Laundry juga mengoptimalkan pelayanan terhadap konsumen. Hal itu menjadi kekuatan bagi usaha laundry ini untuk terus survive (bertahan) di tengah persaingan usaha, sekaligus mempertahankan eksistensinya.

Namun, keterbatasan dari segi aspek permodalan menjadi penghambat untuk mengembangkan bisnis pada skala yang lebih besar. Meskipun begitu, usaha laundry ini tetap terus bertahan dan mampu bersaing di tengah maraknya usaha laundry yang ada di kecamatan Keruak. Hal ini tentu tidak terlepas dari teknik dan kiat-kiat berwirausaha yang dilakukan untuk mengembangkan bisnis. Dalam hal ini, di setiap pengusaha jasa laundry memiliki strategi tersendiri dalam meningkatkan volume pendapatan, dan meningkatkan pelayanan yang optimal untuk membangun loyalitas pelanggan yang tinggi. Sebagai sumber pendapatan tambahan, usaha laundry ini berinisiatif untuk terus berkembang dan menjadi laundry yang dikenal dengan kualitas dan mutu yang baik walau berada di tengah-tengah desa.

Kendala yang saat ini dirasakan Suhaini yaitu, lokasi usahanya yang masih di tengah-tengah dusun, perkampungan.

Yang luar biasa dari ibu Suhaini adalah keinginannya yang kuat untuk memilih hidup mandiri meski hidup sendiri lantaran suaminya lebih dulu dipanggil sang pencipta. Sehat dan sukses selalu buat Ibu Suhaini. Semoga usaha yang ibu rintis senantiasa diberikan kemudahan-kemudahan, dan terus berkembang.

*) Mahasiswa FE Prodi Ekonomi Islam UNU NTB. Sedang belajar menulis.

Editor: Masyhur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *