Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

(Foto: nuhantb, ilustrasi)

Tips agar proposal riset kita didanai

 

 

 

 

NUHANTB- Tidak semua proposal bisa tembus dan memperoleh dana dari lembaga penyandang, donatur, sponshor dan lainnya.

Tapi ada cara dan tips khusus agar proposal bisa tembus. Menurut Dr. Sunu Wibirama Assistant Professor at Universitas Gadjah Mada Indonesia, Indonesia | Chair of IEEE Systems, Man, and Cybernetics Indonesia Chapter, berikut tips tipsnya.

SPECIFIC (S): riset topik harus spesifik, meskipun kita bekerja dengan peneliti antar-disiplin. Bagus juga jika kita bisa menghubungkan topik riset kita dengan isu-isu nasional yang spesifik dan relevan dengan riset kita, agar kita bisa menunjukkan bahwa proposal kita berpengaruh terhadap kebijakan nasional.

MEASURABLE (M): hasil penelitian harus bisa diukur dan bisa dipublikasikan. Ciptakan dampak tidak hanya dengan publikasi artikel ilmiah, tapi juga dengan membuat workshop, simposium, artikel di media massa, atau dataset yang bisa diunduh secara luas oleh masyarakat.

ACCEPTABLE (A): pastikan bahwa riset kita memenuhi standar etika internasional. Misalnya, jika kita menggunakan peserta manusia, maka pastikan kita sudah mendapatkan “ethical clearance”. Terlebih lagi, pastikan proposal kita sesuai dengan visi dan misi dari lembaga penyedia hibah. Jika kita akan mengirimkan proposal ke pemerintah, pastikan topik yang kita usulkan sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional.

REALISTIC (R): metode yang diusulkan harus realistis dan dapat dikerjakan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Akan lebih bagus lagi jika Anda bisa menyediakan hasil awal (preliminary results). Rencanakan dan lakukan riset awal setidaknya 6 bulan sebelum Anda menulis proposal.

TIME-DEPENDENT (T): rencanakan proposal Anda jauh-jauh hari dan jangan lupa menuliskan jadwal penelitian yang realistis, sesuai luaran yang disasar. Selain itu, jangan lupa tentukan secara definitif kapan luaran tersebut akan dicapai.

INSPIRING (I): poin terakhir ini adalah poin yang paling sulit. Anda harus memastikan bahwa topik proposal Anda sesuai dengan rekam jejak penelitian Anda. Setidaknya, buat workshop atau simposium kecil tentang topik yang akan Anda usulkan sebelum Anda menuliskan proposalnya. Undang 20-30 peserta untuk memastikan bahwa resume atau CV Anda kuat dengan rekam jejak kegiatan-kegiatan ilmiah yang relevan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *