Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menggagas Bisnis untuk Edukasi, Sosial dan Pemberdayaan Ala Nanang

Oleh: Husnul Khalifah*)

Salah satu pemandangan di lokasi usaha The Rune milik Nanang Salahudin. Selain asyik sebagai tempat nongkrong juga cocok sebagai tempat belajar sambil diskusi.

MEMBUKA usaha (Bisnis) tak hanya berorientasi mengeruk keuntungan tetapi juga untuk pengembangan diri. Lebih konkrit lagi sebagai wadah untuk melatih hidup mandiri.

Melalui bisnis, kita bisa menyelipkan pesan-pesan edukakatif, sosial dan pemberdayaan kepada masyarakat dengan beragam cara”

Sayangnya, tak banyak yang punya mind set seperti itu. Tetapi bagi Cecep Nanang Salahudin, justru bisnis atau usaha itu sebagai wadah ekspresi mengembangkan diri. Hal lain yang juga mendasari dirintisnya usaha The Rune Group ini dinyatakan Nanang untuk mengamalkan dan mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari bangku kuliah. Dan yang lebih penting lagi, melalui bisnis tersebut Nanang yang juga alumnus jurusan Hubungan Internasional itu adalah bagaimana memberikan pesan edukasi, sosial dan pemberdayaan.

Selain bisnis yang menyelipkankan pesan edukatif The Rune juga menerima pangkas rambut

Usaha The Rune Group
Untuk tujuan (goal) mengembangkan diri sekaligus melakukan pemberdayaan, Nanang mendirikan The Rune Group pada pertengahan 2019.

The Rune Group berlokasi di dusun Bilebante kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Melalui The Rune Barber’s, ia juga membentuk dan terus membranding; The Rune Café, The Rune Boarding House, The Rune Travel dan The Rune Institute untuk mensosialisalisasikan keberadaan The Rune yang memang dihajatkan untuk tujuan positif, mulia jika cenderung untuk tidak menyebutnya sebagai, “Upaya membangun masyarakat”.

Terkait nama The Rune Group yang agak kebarat-baratan, pemuda 22 tahun itu menjelaskan The rune bisa diartikan dalam dua perspektif. Pertama dari perspektif local yang bermakna terune/ bajang/pemuda. Yang mana ini di inisiasi oleh gerakan dan semangat muda. Sedangkan dalam perspektif lain bisa juga diartikan dalam bahasa Inggris The Rune yang berarti tulisan rahasia, yang bermakna banyak misteri yang akan terus di gali dari bisnis ini untuk terus dikembangkan.

Usaha The Rune melayani masyarakat konsumen bergerak di bidang edukasi, sosial dan pemberdayaan sekaligus bisnis.
Di ranah bisnis The Rune memberikan pelayanan memuaskan bagi konsumen untuk menikmati menu-menu makanan sederhana dan minuman. Konsumen dapat menikmati dengan harga terjangkau sajian. Soft Drink, Coffe, Snack, Popmie dan lain sebagainya adalah beberapa menu yang bisa dijadikan pilihan. Pelayanan terhadap konsumen lainnya yaitu konsumen dilayani sepuas mungkin, full AC, ruangan nyaman dan full AC dan WiFi gratis.
Konsumen atau siapa saja yang datang ke The Rune Group bisa potong, keramas, Pijat, Pitamin dan lainnya.
Di bidang sosial dan edukasi memberikan kursus bahasa Inggris sebagai modal meningkatkan kemampuan berbahasa. “Khusus masyarakat di desa Bilebante, saya menanamkan soft skill bahasa untuk dapat mereka nikmati di masa yang akan datang,”ujar Nanang pada pada Sabtu (14/3).
Sementara di bidang pemberdayaan, ia juga menggelar diskusi-diskusi guna meningkatkan pengetahuan di bidang wirausaha. Pun kemudian, bagi yang mau terlibat bisa ikut magang. Jika sudah memenuhi kriteria bisa ikut bergabung mengembangkan diri untuk berwirausaha. “Kami juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat wabil khusus pemuda dari setiap dusun di desa Bilebante untuk bekerja,”terang Nanang.

Iklan

Serentetan kegiatan tersebutlah, pria lajang tersebut menghabiskan hari-harinya. Dengan segala aktivitas dan program yang ia lakukan, Nanang berikhtiar untuk turut berkontribusi dan bersama untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Juga untuk tujuan membangun masyarakat.

Lebih jauh diungkapkan, sebagai seorang muslim, Nanang memahami betul bahwa aktivitas bisnis harus senantiasa berasaskan nilai-nilai tauhid. Tauhid, adalah landasan utama bagi setiap pelaku bisnis (usaha). Hal-hal penting lain yang juga harus dimilik bagi pebisnis dan atau pengusaha muslim antara lain; tujuan bisnis harus berorientasi keadilan, kebebasan berkehendak, tanggung jawab. Juga didasari niat baik, tolong menolong, bebas dari unsur riba, dan tidak melakukan bisnis yang dilarang (haram).

Dalam hemat penulis, Nanang termasuk pemuda yang terbilang kreatif dan progressif. Tidak banyak pemuda yang mencoba berjuang dan belajar untuk melakukan hal-hal bermanfaat.

Oh ya, penasaran dengan The Rune yang digagas Nanang? Pembaca bisa langsung berkunjung, silaturrahim ke kecamatan Pringgarata, tepatnya di dusun Bilebante. Akhirul kalam; sukses dan berkah selalu untuk Mas Nanang.

*) Penulis: Mahasiswi FE Prodi Ekonomi Islam UNU NTB. Sedang Belajar Menulis.

Editor: Masyhur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *