Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pelabuhan Lembar dan Segelas Es Boba

Oleh: Kurnila Nurbayati*)

‌Industri produk makanan dan minuman kekinian saat ini banyak diminati sebagai salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Terlebih, jenis bisnis ini tak pernah surut diterjang waktu. Belakangan ini minuman dengan bahan dasar susu sangat banyak peminatnya. Salah satunya adalah Es Boba. Apa itu Boba? Boba adalah tapioka yang kerap menjadi isian dari minuman bubble tea. Jadi Es Boba adalah minuman yang terbuat dari susu ditambah Boba. Kuliner Boba memiliki trik beda guna menarik atensi pembeli.

Memasuki pintu Pelabuhan, kita sudah langsung bisa melihat lapak kecil Es Boba milik Ira Kurnia. Lapak es Boba milik Kurnia, tepat berada di jalur masuknya para penumpang.

Setiba di lokasi, saya langsung menyampaikan tujuan saya mengunjungi Ira Kurnia. Alhamdulillah Ira sangat ramah untuk dimintai beragam hal terkait es Boba yang dijualnya. “Saya juga pesen segelas es Boba mba”. Tak lupa saya juga ikutan pesan Es Boba.

Menurut Ira, es Boba mengatakan produk minuman kekinian menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan, karena remaja-remaja saat ini selalu suka dengan sesuatu yang baru dan menarik.

Es Boba diracik dari bahan seperti susu, tepung tapioka, dan gula merah. Proses pembuatannya juga sederhana mulai dari tepung. Lantas dibubuhi gula merah yang sudah direbus kemudian dibuat menjadi bulatan-bulatan kecil. Lalu Boba ini di rebus hingga memiliki tekstur kenyal dan membal. Itulah proses sederhana seperti apa dan bagaimana es Boba milik perempuan dua anak itu.

 

Memang, untuk menghasilkan segelas, semangkok es Boba, prosesnya lumayan lama, namun insya Allah mengenai rasa, jangan tanya. “Iya es Boba unik dan khas,”ujar salah satu pelanggan (18/5).

‌Ira Kurnia adalah seorang wanita yang berusia 25 tahun. Ia tinggal di Lembar Dusun Lembar Selatan. Diusianya yang terbilang masih muda ia memiliki 2 orang anak. Walaupun telah memiliki anak semangat untuk berbisnis tetap dilakukannya.

‌Awalnya ia hanya membantu saudara iparnya untuk berjualan Es Thai Tea. Tetapi karena Es Thai Tea sudah banyak yang menjualnya membuat Ira Kurnia berfikir unttuk membuat menu lainnya. Hingga ia menemukan suatu terobosan baru yakni Es Boba. Dengan bermodalkan resep dari youtube ia membuat Es Boba. Percobaan pertama awalnya memang memuaskan, hingga percobaan yang kedua kalinya membuat ia tersenyum puas. Modal yang pas-pasan tak membuat semangat Ira Kurnia surut sedikutpun. Malah ghirah bisnis perempuan dua anak itu semakin gentar.

‌Ira Kurnia juga menuturkan bahan untuk membuar Es Boba ini terdiri dari susu, tepung tapioka, dan gula merah. Proses pembuatannya juga sederhana mulai dari tepung di beri gula merah yang sudah di rebus kemudian di buat menjadi bulatan-bulatan kecil. Lalu Boba ini di rebus hingga memiliki tekstur kenyal dan membal. Proses pembuatan Boba inilah yang memakan waktu cukup lama. “Karena saya tidak menggunakan karyawan sehingga saya biasanya di bantu adik dan bibi untuk membuatnya. Kadang-kadang saya membuat Boba dari ba’da magrib hingga tiba isya tuturnya. (18/03/20)
‌Selain karena rasanya yang enak dan Boba yang kenyal, Es Boba ini juga memiliki daya tarik tersendiri.

Lebih jauh diungkapkan, pada kemasan plastiknya ia menempelkan kata-kata nge-hits untuk menambah keindahan pada kemasannya. Sehingga semakin hari semakin bertambah peminatnya. Yang mulai dari anak-anak hingga dewasa sekalipun.

‌Ira Kurnia masih seumur jagung bergelut usaha jualan es Boba. Kira kira 5 bulan yang lalu.

Terkait keinginan dan target yang hendsk diraih, Ira tampaknya tak terlalu ambil pusing. Perempuan itu tampak ingin menikmati saja dulu usahanya. Pun demikian, bagaimanapun Ira Kurnia selalu bersyukur atas berapapun penghasilan yang didapatnya. Usaha yang dijalaninya ini didukung penuh oleh keluarganya. Karena di sekitar wilayah tesebut belum ada yang menjual es kekinian seperti itu sehingga berpeluang sangat besar untuk mengalami peningkatan.

‌Dalam bisnisnya, Ira Kurnia sering melakukan promosi melalui media online, tak jarang pula banyak kenalan-kenalannya yang ikut mempromosikan usahanya tersebut. “Saya juga bersyukur karena staf-staf Pelabuhan banyak yang menyukai Es saya ini, sehingga berkat dari promosi mereka, banyak orang luar mengetahui lapak kecil saya ini,”terang Ira.

‌Pelabuhan Penyebrangan Lembar menjadi pilihan Ira Kurnia untuk mendirikan usaha disana. Karena letak lapaknya yang sangat pas pada jalur masuknya penumpang yang akan menyebrang memungkinkan akan ramainya pembeli. Terbukti; pendapatan kian hari makin bertambah. Dalam berbisnis juga tidak semua berjalan dengan lancar. Kadang kala ada saja kendala dalam suatu bisnis. Seperti Ira Kurnia, kendala yang paling utama adalah cuaca. Karena bagaimanapun cuaca sangat berpengaruh terhadap usahanya. “Ya mau gimana lagi, emang sudah resikonya penjual es. Kalo lagi musim hujan otomatis dagangan saya sepi. Kadang juga dagangan saya sampai basah semua. Tapi kalo musim panas Alhamdulillah ramai,” ujar perempuan 25 tahun itu.

‌Selama 5 bulan berjualan Ira Kurnia merasakan susahnya mencari uang. Ia bersyukur atas usaha yang di jalaninya. Setidaknya dengan usaha tersebut ia bisa menghidupi keluarga kecilnya. Ira menuturkan, “Dari usaha ini juga saya bisa menghidupi anak-anak saya, walaupun suami saya kerja di Bali gajinya pun tidak seberapa. Ia sebulan sekali baru mengirimi kami uang. Tapi itu pun kadang kurang”.

Dalam kondisi dan situasi atau–katakanlah era millenial (seperti banyak orang bilang)–seakan menjadi segmen pasar juga medium pemasaran para pembisnis Boba saat ini, sebab cocok dengan era perubahan dan gaya hidup dewasa ini.

Akhirul kalam, ada beberapa hal menarik, yang ingin saya utarakan, bahwa ternyata dalam berbisnis kita hanya perlu tekad yang kuat, bersabar. So, selalu besyukur.

*) Penulis: Mahasiswa FE Prodi Ekonomi Islam UNU NTB. Sedang Belajar Menulis.

Editor: Masyhur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *