Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh: Agus Dedi Putrawan (Sekretaris Karang Taruna Kec. Lembar & Sekertaris Lakpesdam PC NU Lombok Barat).

Tulisan ini bukan bertujuan untuk membuat kita semua menjadi psimis, tapi lebih kepada menyodorkan cara pandang lain dari pandang orang  kebanyakan. Lebih kepada saling mengingatkan saja. Ampure..

Gagap gembita dibukanya Dermaga Cruise dan Peti Kemas Terminal Gili Mas Kemaren dirayakan oleh sebagian besar masyarakat Lombok Barat terutama di Kecamatan Lembar, baik di media cetak, elektronik maupun di media sosial. Semua rata-rata Selfi di depan Kapal Perdana MV Sun Princess dengan bangganya. “Telah kita saksikan bersama bahwa Kemaren menjadi hari kebanggaan dari masyarakat Nusa Tenggara Barat, dapat kita lihat telah tersandarkan kapal dalam ukuran besar kapal Cruise yang mengangkut wisatawan asing, tentunya ini sebuah potensi yang sangat dibanggakan dan ini juga dapat berpengaruh pada pendapatan daerah terutama pariwisata yang menjadi ikon,” ucap Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Hasan Basri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa. Kapal pesiar MV Sun Princess berhasil sandar perdana di Dermaga Cruise dan Peti Kemas Terminal Gili Mas, Lombok Barat, hari Selasa 5 November 2019.

Dan akan banyak lagi kapal-kapal pesiar lainnya akan berdatangan lalu kemudian akan banyak pula foto Selfi bergentayangan di media sosial dengan senyum sumringah serta rasa bangga. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Bahkan diharapkan selain mendukung event Moto GP dan Kawasan Ekonomi Khusus, juga akan menggenjot  para wisatawan untuk mengunjungi beberapa objek wisata diantaranya ke Taman Narmada, pusat kerajinan Cukli Sayang- Sayang, Lingsar, Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Museum, Desa pengrajin tenun Sukarara, Desa Sade, kerajinangerabah Banyumulek, dan Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas.

Dan bagi pemerintah yang terpenting adalah bagaimana menjamin keselamatan, kenyamanan dan keamanan orang asing tersebut  sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 134 tahun 2016 tentang Manajemen Kapal dan Fasilitas Pelabuhan.

Genggap gembita di atas menandakan era baru bagi masyarakat Kecamatan Lembar terutama di seputaran Desa Lembar Selatan dan Desa Labuan Tereng. Era baru yang disebut dengan revolusi industri dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri (modern). Masyarakat modern ditandai dengan masyarakat sibuk dengan aktivitas kerja-kerja produksi maupun jasa.

Pertanyaannya, siapkah masyarakat Lembar dengan revolusi ini?

Problem-problem semisal serapan tenaga kerja (berapa persen perdesa atau kecamatan, jika tidak ada yang memenuhi formasi, posisi strategis maka orang luar akan mengisi, jika sudah orang luar maka yang tersisa adalah kerjaan yang tidak strategis semisal tukang parkir dan satpam), minimnya skill, biaya hidup serba mahal, persaingan pasar semakin kompetitif, sehingga kemiskinan, pengangguran, kesehatan, kesenjangan sosial akan menjadi isu seksi dalam keseharian mereka nantinya. Belum lagi karena yang berdatangan orang asing (luar maupun dalam Negeri) maka Budaya, ideologi, kebiasaan, gaya hidup akan mereka bawa masuk dan akan mempengaruhi pola pikir dan pola laku keseharian masyarakat sekitar. Jadi jangan bingung nanti hidup semakin hedonis, pragmatis, nafsi-nafsi ala masyarakat Modern. Minuman keras dan narkoba, cafe-cafe bermunculan sudah jangan ditanya lagi.

Inilah nestapa dunia modern, satu sisi bangga dengan kemajuan di sisi yang lain kita juga tergerus karena sedang tidak mempersiapkan diri untuk bersaing dengan orang lain nantinya. Maka benarlah kata pepatah tikus mati di lumbung padi. Bukan jadi pemain dalam percaturan perubahan dunia modern malah jadi penonton dan kacung di rumah sendiri. Akhirnya selfi-selfi hanya kamuflase di media sosial untuk menutupi kesusahan diri dan lingkungannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *