Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sepenggal Cerita Bakso Beranak Pak Wardan

Oleh: Sahrul Muharram*)

DALAM bisnis kuliner cita rasa yang enak dan khas sangatlah penting. Hanya saja, jikaa sekedar rasa saja, mungkin belum cukup. Tak bisa dijadikan modal satu-satunya membuat konsumen puas.
Karena itu, selain rasa, produsen juga harus memperhatikan kebersihan dan cara yang tepat untuk menarik perhatian pelanggan. Dengan kata lain, Tak hanya makanan yang menarik tetapi bagaiman model, cara dalam menyajikannya harus juga memiliki daya magnet ‘tarik’ yang kuat.

Dengan demikian, hal-hal penting tersebut tadi harus diperhatikan dengan baik bagi pedagang Bakso.

Demikian halnya apa yang dilakukan Pak Wardan, akrab dipanggil atau Pak Super. Salah seorang pedagang Bakso Beranak di Pagesangan Indah Kota Mataram.

Ia begitu memperhatikan cara penyajian dan pelayanan kepada setiap pelangggannya agar selalu merasa puas.

Umumnya Bakso Beranak terdiri dari daging Sapi atau ayam. Demikian halnya bakso racikan pria asal Jawa Tengah itu.

Pak Wardan meracik dengan sedikit berbeda. Ditambahkan bakso kecil di dalam bakso besar atau Bakso Beranak, sehingga membuat cita rasa yang berbeda pada umumnya,dan kepuasan dalam menyantapnya.

Lokasi Strategis
Pak Wardan termasuk pedagang yang beruntung berjualan di lokasi yang cukup strategis.
Lokasi jualan, yang tepatnya berada di
Pagesangan Indah Kota Mataram itu berdekatan dengan salah satu Kampus besar yakni Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat). Tak heran kemudian, bakso beranak pak Wardan lumayan laris manis.

Pak Wardan menggeluti dunia perkulineran seperti berjualan bakso sekitar kurang lebih tiga tahun yang lalu–tepatnya pada 2016 silam. Selama berjualan pahit tentu dirasakan oleh ayah tiga anak itu.

Dengan coba menekuni jualan bakso, tak pelak, keseharian pak Wardan banyak dihabiskan di lokasi jualan.

Pak Wardan berusia 41 Tahun.Lokasi warung Pak Wardan berada di Pagesangan Indah Kota Mataram.Pak Wardan memilih lokasi ini karna sangat cocok untuk berjualan karna banyak Mahasiswa yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Mataram. Selain strategis, lingkungan yang dipilih untuk berjualan sangat bersih dan tidak terlalu ramai sehingga konsumen enjoy menikmati bakso beranak, suguhan pak Wardan.

Warung bakso Pak Wardan buka dari jam 10.00 sampai jam 21.00. Selain sesekali dibantu istri, Pak Wardan juga dibantu adik laki lakinya sebagai karyawan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh penulis saat berkunjung Rabu (2/3) Pak Wardan jualan Bakso Beranak sebagai usaha untuk mendapatkan rizki. Juga agar turut serta membantu istrinya yang bekerja sebagai tukang cuci.

Pak Wardan punya tips agar pelanggannya tidak bosan. Caranya, ia selalu menarik pelanggan dengan bercanda/menghibur diri, agar tidak bosan. Itulah yang membuat warung Bakso Beranak Pak Wardan tetap ramai pembeli

Seperti pedagang lainnya, Pak Wardan juga memiliki banyak pesaing dalam berjualan. Karenanya mengenai pendapatan, kadang ada kadang juga kurang. Meski demikian, Pak Wardan tidak pernah mengeluh. Dia selalu bersyukur dengan apa yang dia dapatkan. Dia selalu yakin bahwa Allah telah mengatur segala rezeki bagi setiap hambanya.

Dalam berjualan, Pak Wardan juga tidak memasang target penjualan. Selagi tidak rugi. Juga keuntungan yang diperoleh tidak terlalu saya senang, bersyukur,”ujarnya.

Untuk membendung arus permintaan konsumen dan sikap jaga-jaga, pak Wardan menyimpan bahan-bahan bakso di kulkas. Ini dilakukan agar ketika stok bahan habis, sesegera mungkin kekurangan stok dapat dipenuhi, pelanggan pun kemudian tidak terlalu lama menunggu.

Ditanya mengenai jualan bakso online, tampaknya belum pernah berjualan secara online. Selama ini Pak wardan tidak pernah berjualan melalui media online untuk melakukan promosi usahanya. Meski demikian, usahanya mendapatkan respon yang sangat baik oleh masyarakat setempat.

Meski tidak promosi secara media online, warung Bakso Beranak Pak Wardan sangat dikenal oleh masyarakat luas terutama warga Pagesangan Indah dan daerah lain di Mataram. Selain itu Bakso Beranak sering digunakan pada acara acara seperti syukuran dan lainnya.

Banyak hal menarik yang bisa penulis urai dalam tulisan ini, namun secara umum, pak Wardan termasuk wirausahawan yang tekun, supel bergaul dengan sesama. Selain itu, ia juga tipe pekerja keras. Juga perhatian sama keluarga meski sibuk jualan dan mengelola bisnisnya.

Pak Wardan juga adalah pribadi yang sabar. Pak Wardan punya tips agar pelanggannya tidak bosan. Caranya, ia selalu menarik pelanggan dengan bercanda atau dengan menghibur diri, agar tidak bosan. Itulah yang membuat warung Bakso Beranak Pak Wardan tetap ramai pembeli. Ini memang trik lain dari yang lain. Krennya lagi, tiap hari Jumat Pak Wardan memberikan 25 mangkok Bakso Beranak secara gratis kepada pelanggannya.

Akhirul kalam, semoga usaha yang ditekuni Pak Wardan mendapatkan berkah dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

*) Penulis adalah Mahasiswa FE Prodi Ekonomi Islam UNU NTB. Sedang belajar menulis.

Editor: Masyhur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *