Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Soto Sahdan yang Bikin Ketagihan
Oleh: Dede Hairizziman*)

Dalam kehidupan, pasti sering kita dengar cerita sukses wirausaha yang mulai merintis usahanya dari nol. Pun banyak cara dilakukan untuk berjuang selama agar usaha yang dirintisnya sukses.

Memang itu bukan sesuatu yang mudah, kreatifitas dan keinginan yang kuat agar bisa survive di dunia usaha sangat dibutuhkan. Juga tekad yang kuat sebagai modal utama dalam menjalankan usaha yang ingin dikembangkan.

Hal itu juga menjadi pengalaman salah seorang–yang dulunya Tukang Ojek, Kini telah beralih profesi menjadi pedagang soto.

Pak Dan, namanya. Pria bernama lengkap Sahdan itu sudah cukup lama menikmati profesinya sebagai pedagang soto.

Pak Sahdan berjualan di sekitar lokasi Bendungan Pandan Dure. Di kawasan setempat, ia mendirikan sebuah warung sederhana sebagai lapak ia berjualan soto.

Pria asal Desa Embung Raja, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur itu, sehari-hari menikmati kesehariannya dengan berjualan soto. Tak hanya soto, tetapi ia juga menyediakan menu-menu lain seperti gorengan, es campur dan jenis cemilan lainnya.

Iklan

Dari sekian banyak jenis jualan yang ditawarkan, rupanya menu andalan suami dari Suarni itu tak lain tiada bukan adalah Soto.
Soto bikinan pak Sahdan dikenal cukup nikmat. Bahkan, menurut informasi, kalau orang yang berkunjung ke Bendungan Pandan dure, rasanya belum lengkap jika belum mencicipi Soto bikinan Pak Sahdan.
Soto, termasuk jenis kuliner yang bisa dikatakan cukup populer. Artinya, sudah bukan tak asing sebagai menu khas tradisional di Indonesia, terlebih lagi di pulau Lombok. Soto merupakan sebuah makanan khas dari Indonesia yang pada umumnya terbuat dari kaldu dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan yaitu daging sapi dan daging ayam, namun ada juga yang menggunakan daging kambing. Di Indonesia sudah ada bermacam-macam jenis soto dari berbagai daerah contohnya soto Madura, soto Padang, soto Betawi, soto Makassar dan sebagainya. Soto juga mempunyai banyak kesamaan dengan sop.

Kini, pak Sahdan sudah tujuh tahun menekuni jualan soto dan aneka sajian lainnya. Seiring waktu, usaha yang dirintisnya kian berkembang. Penghasilannya menjadi pedagang pun lebih banyak dibanding dulu ketika Sahdan menjadi tukang ojek.
Tentang hal ini Pak Sahdan mengungkapkan, ”Ndek care luek mauk lamun ngojek jak paling sejelo arak 45 ribu mauk te ndek bau isik biaya anak sekolah,”ujar pak Sahdan. Secara eksplisit, pernyataan itu menegaskan bahwa manfaat keuntungan sangat dirasakan pak Sahdan.

Lokasi jualan pak Sahdan, cukup strategis. Selain lokasi setempat cukup ramai didatangi banyak orang, juga karena Pak Sahdan hanya seorang diri “berjualan soto”. “Iya, ramai pengunjung. Dan tidak ada yang berjualan soto di daerah itu,”terangnya. Hal ini tentu berimbas pada keberpihakan yang membawa keuntungan pada pak Sahdan. Tak heran hari demi hari, banyak yang mampir, coba mencicipi soto racikan pak Sahdan yang santer diketahui publik begitu bikin ketagihan. Anak-anak muda juga datang berduyun-duyun, sembari santai dan menikmati suasana santai di sekitar bendungan.

Ramah dan Pekerja Keras
Kian berkembangnya usaha yang dirintis Sahdan tidak terlepas dari istiqomah dan konsistensi pria dua anak itu. Juga karena sikap ramah yang senantiasa menjadi laku sehari-hari oleh Seorang Sahdan kepada setiap pembeli.

Sikap lain yang positif diterapkan oleh Sahdan adalah–ia biasa mempraktekkan bahwa perlunya membantu sesama yang dalam konteks topik yang kita uraikan ini adalah memberi kemudahan konsumen “ngutang”
“Tak jarang ada orang yang ngutang di warung tetapi dia selalu mengiyakan walaupun terkadang lagi sepi-sepinya. Sifat dia yang inilah yang membuat orang-orang senang belanja di warungnya,”demikian petikan informasi yang penulis dapatkan. Sedangkan terkait penghasilan jualan soto, dalam sehari Sahdan bisa meraup untung 100 ribu bahkan lebih dari total jualan 300 ribu. Bahkan kini, jumlah itu perlahan terus meningkat.

Sahdan juga termasuk sosok pekerja keras. Selain, di sela-sela waktu luangnya, Sahdan tidak ikut menjadi buruh jika dipanggil orang yang mempunyai sawah saat musim panen.

Pertama Kali Jualan; Sepi

Ada banyak sekali kendala yang Sahdan harus lewati. Salah satu contohnya yaitu saat dia pertama kali membangun usahanya, ia harus pontang-panting nyari modal pinjaman modal untuk membuka usaha.

Dan saat kali pertama membuka usaha jualan soto, tidak ada satupun yang mampir untuk membeli sotonya. Katanya, “Iya tak ada yang mampir. ni terjadi selama kurang lebih 2 minggu sehingga dia pernah berpikiran untuk fokus menjadi tukang ojek saja. Tetapi, karena selalu disemangati keluarga dia tetap teguh. Namun, sekarang sebaliknya, setiap hari soto Pak Sahdan, ramai. Saban hari ia dicari pelanggan setianya.
Bahkan seringkali ada pesanan untuk sebuah acara seperti misalnya arisan maupun acara kumpul kumpul lainnya.

Usaha yang pak Sahdan bangun ini akan diteruskan oleh anaknya,Amit. Kini anaknya sudah kuliah semester 6 jurusan ekonomi. Dengan begitu anaknya dapat mengembangkan usaha yang dia buat menjadi lebih besar lagi dan keinginan Sahdan untuk membuka berbagai cabang dapat terpenuhi.
Ini tak terlepas karena, ia selalu mengutamakan pelanggan. Ia sama sekali tak mau membuat pelanggannya bosan (bete).

So, Soto pak Sahdan ini cukup rekomended untuk dicoba. Bahkan seringkali ada pesanan untuk sebuah acara seperti misalnya arisan maupun acara kumpul kumpul lainnya. Pokoknya sekali coba langsung bakal ketagihan dengan soto pak Sahdan ini.

Namun dari kesuksesan usaha sotonya ini, ada banyak sekali kendala yang dia harus lewati. Salah satu contohnya yaitu saat dia pertama kali membangun usahanya dia kesana kemari mencari pinjaman modal untuk membuka usaha. Dan juga saat pertama kali membuka usahanya tidak ada satupun yang mampir untuk membeli sotonya, ini terjadi selama kurang lebih 2 minggu sehingga dia pernah berpikiran untuk fokus menjadi tukang ojek saja. Tetapi, dia selalu disemangati oleh keluarganya sehingga dia menjadi seseorang yang berpendirian teguh.
Usaha yang pak Sahdan bangun ini akan diteruskan oleh anaknya,Amit. Kini anaknya sudah kuliah semester 6 jurusan ekonomi. Dengan begitu anaknya dapat mengembangkan usaha yang dia buat menjadi lebih besar lagi dan keinginan Sahdan untuk membuka berbagai cabang dapat terpenuhi.
Untuk kepuasan para pelanggan tentunya bukan hanya rasa yang menjadi satu satunya syarat tetapi kebersihan dan higenis perlu diperhatikan. Bukan cuma itu saja, cara pelayanannya pun harus diperhatikan dan jangan sampai membuat pelanggan bete dengan pelayanannya.

Soto pak Sahdan ini sangat rekomended untuk dicoba. Pokoknya sekali coba langsung ketagihan dech. Ke depan, Sahdan berharap, usaha ini bisa terus dikembangkan oleh anak-anaknya. Yuk mampir di soto Sahdan sembari menikmati panorama bendungan Pandan Dure Lotim.

*) Penulis: Mahasiswa FE Prodi Ekonomi Islam UNU NTB

Editor: Masyhur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *