Thanks for Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tim Inovasi Desa Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Mengadakan Kunjungan Sekaligus Study Banding atau Study tiru dalam acara Replikasi Bursa Inovasi yang dilaksanakan hari ini tanggal,
24 Oktober 2019. Kegiatan ini diikuti Oleh Perwakilan Kepala Desa, Pengurus Bumdes se Kecamatan Narmada, TA PED, PD dan PLD. Kegiatan Study ini di Fasilitasi oleh TPID Kecamatan Narmada dan sumber Dana TPID Kecamatan Narmada  Tahun Anggaran 2019.

Kegiatan ini berlansung di Lokasi Wisata Desa Seruni Mumbul, Tim Inovasi Desa Kecamatan Narmada dan rombongan diterima lansung Oleh Pemerintah Desa,BPD, PD,Direktur dan anggota bumdes desa seruni mumbul. Acara berjalan lancar yang dirangkai denga sesi diskusi.

Desa Seruni Mumbul merupakan desa termuda dari 239 desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur dengan besaran Dana Desa 1,5 M dan PADesnya 1,4 M untuk tahun 2019 ini.  Di bawah pimpinan pak Kades Tajudin MS sbg eksekutor pemegang kuasa anggaran,  pak sekdes Aunur Ropiq yg menjadi inspirator, manager BUMDes Mandiri Sejahtera yang pada tahun 2019 ini menjadi BUMDes terbaik se NTB versi Kemendesa PDTT serta semua unsur masyarakat mereka mampu membawa desanya menjadi desa Maju. Meski tergolong msh muda namun desa ini menjadi viral beberapa bulan terakhir ini karena gebrakannya diberbagai sektor diantaranya mampu mengembangkan  kawasan Wisata “Denda Seruni” yang awalnya hanya sebagai tempat pembuangan sampah warga disekitar muara sungai tersebut menjadi objek wisata yang viral di Medsos dan ramai dikunjungi. Dalam jangka waktu 5 bln sejak dibuka bulan Juni lalu tepat sehari setelah Idul Fitri. Total pemasukannya sdh mencapai Rp.165 juta, dan klo di rata-ratakan pemasukan dr Kawasan wisata Denda Seruni adalah Rp. 30juta/bln. Sungguh pencapaian yang luar biasa dlm jangka waktu  singkat. Alokasi hasil pemasukan tersebut dituangkan dlm Perdes 20% untuk pengembangan wisata,  15% untuk perawatan dan pemeliharaan dan 35% untuk gaji pegawainya.

Mereka berinovasi bahwa  Dana Desa tidak hanya untuk pembangunan fisik seperti rabat,  pembangunan gedung yang lama kelamaan akan rusak terpakai. Mereka terus berpikir bagaimana caranya ketika suatu saat Dana Desa tidak ada lagi mereka mampu mandiri dan meliki pendapatan sendiri. Tiada lain yaitu dengan memberdayakan BUMDesnya. Kenapa?   karena BUMDes adalah Dana Abadi Desa, selama BUMDes berjalan baik maka PADes akan tetap jalan. Sampai saat ini sudah lebih dari Rp. 500 juta anggaran yang digelontorkan untuk BUMDes. Di tahun 2018  desa membangun lapangan foodsal di pinggir pantai dengan keunggulan viewnya yg tdk dimiliki oleh tempat lain dengan Anggaran Rp. 480juta lewat APBDesnya dan di APBDes 2019 menganggarkan penataan kawasan wisata “Denda Seruni” sebesar Rp. 649juta.  Setelah jadi baru pengelolaannya diserahkan ke BUMDes

Sungguh angka yang fantastik lebih dr 10% dari DDnya. Selama ini digaungkan agar desa mau menganggarkan 10%DDnya utk BUMDes bahkan akan keluar regulasi yang mengaturnya.

Setiap usaha pasti ada saja pro dan kontra serta hambatan yang akan dihadapi, namun pemdes Seruni Mumbul yakin bahwa dana yang sdh digelontorkan tidak akan sia-sia dan mereka sadar betul tidak akan ada program yang berhasil dengan baik tanpa kerja sama yang baik dari semua unsur yang ada di desa  tersebut. Pemdes Seruni Mumbul berharap pada study banding kali ini para peserta membawa pulang ATM dari sana (Amati,  Tiru,  Modifikasi). Smg sepulang dari sana 21 desa di Kecamatan Narmada bersemangat menggunakan ATMnya utk kemajuan desanya masing-masing (Akhyar/ Abdur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *